• header
  • Baner atas KP
  • baner atas b
  • baner atas TGB
  • baner atas c
  • Gbr atas
  • baner atas a
  • Upacara
  • Program Multimedia
  • Program Animasi

SELAMAT DATANG DI SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN PROGRAM KEAHLIAN 1.TEKNIK GAMBAR BANGUNAN 2.ASISTEN KEPERAWATAN 3.ANIMASI 4.MULTIMEDIA

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN

NPSN : 69760703

Jl. Sumatera- Tidore, Jombang, Ciputat Kota Tangerang Selatan


smkn4tangsel@gmail.com

TLP : -


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 162310
Pengunjung : 53475
Hari ini : 10
Hits hari ini : 43
Member Online : 0
IP : 18.205.176.100
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

KAMI BERBEDA DENGAN KITA




Menjelang peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia  para murid di sekolah sedang berlatih menyanyikan lagu-lagu wajib. Dari kejauhan samar terdengar satu lagu  yang paling mengena pada momen bulan Agustus ini  yaitu  lagu Hari Merdeka. Mari kita simak  syairnya;

Hari Merdeka

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka…

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap sedia sedia

Mempertahankan Indonesia

Kita tetap sedia sedia

Membela negara kita

Penulis lagu menggunakan kata ganti ‘kita’ kalau dipernbandingkan dengan kata Bahasa Inggris  ‘We’ tetapi tidak sama dan sebangun  karena dalam Bahasa Indonesia kita juga mengenal kata ganti orang pertama jamak yang lain yaitu ‘kami’  yang berarti antara penyanyi dan pendengar menjadi satu posisi atau include dalam merayakan hari kemerdekaan begitu juga dalam kesediaan mempertahankan dan membela negara. Sungguh sebuah himbauan yang sangat persuasive namun tetap menampilkan nafas-nafas patriotisme yang dalam.

Selain itu  ada juga lagu lain  yang mereka  nyanyikan seperti Satu Nusa Satu Bangsa, bait-baitnya sungguh menggugah kesadaran pendengarnya bahwa kita adalah saudara sebangsa. Ijinkan saya menuliskan syair lagu tersesebut.

Satu Nusa Satu Bangsa (L. Manik)

Satu nusa satu bangsa satu bahasa kita

Tanah air pasti jaya untuk selama-lamanya

Indonesia pusaka Indonesia tercinta

Tanah air pasti jaya kita bela besama

Pesan yang terkandung dalam lagu tersebut bahwa ‘kita’ tidak terpecah  satu bangsa nusa satu bangsa satu bangsa. Oleh karena itu pencipta mengajak ‘kita ‘ (aku dan engkau semua ) membela tanah air bersama-sama.

Lain hal dengan lagu Bagimu Negeri karya Kusbini mari kita telaah secara sekasama.

Padamu negeri kami berjanji 

Padamu negeri kami berbakti

Padamu negeri kami mengabdi

 Bagimu negeri jiwa raga kami

Pada lagu ini pencipta sedang berjanji dengan  dalam dialog imajinya  dengan ‘Ibu Pertiwi’  yang berjanji  akan berkti dan mengabdi. Dalam hal ini Ibu Pertiwi sebagai tokoh imaginer yang menjadi lawan bicara.

Dalam  buku Kamus Bahasa Inggris Indonesia pengarang  John M. Echols dan Hassan Shadily  Penerbit  PT Gramedia  halaman 640,  We mempunyai  dua makna pertama  kami (speakers only) yang berarti hanya untuk pembicara  sedangkan lawan bicara tidak termasuk, namun  pada makna kedua   kita (all, including those spoken of )  artinya pembicara dan lawan bicara semua  termasuk di dalamnya. Contoh  Here we are= tibalah/sampailah kami/kita atau we are Indonesians = Kami/kita orang Indonesia. Dalam buku Kamus  Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga susuna W.J.S  Poerwadarminta  diolah kembalai oleh Departemen Pendidikan Nasional penerbit Balai Pustaka halaman 514,  kami mempunyai dua penegertian 1 aku sekalian (orang yang diajak bicara tidak ikut serta): demikianlah kata guru kepada kami, 2  saya; aku : kami Presiden Republik Indonesia. Sedangkan dalam buku yang sama halaman 602 ‘kita’  punya tiga makna 1 aku dan engkau sekalian; 2 aku  (bagi orang yang tinggi martabatnya); saya (dalam surat menyurat) ; kita orang , bp kita. Sebagai referensi tambahan penulis membuka buku Kamus Bahasa Indonesi untu pelajar penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian dan Kebudayaan, halaman 210  kami sebagai pronoun (Inggris) kata ganti untuk orang pertama jamak. Pada judul  buku yang sama halaman 234 kita sebagai pronoun kata ganti orang pertama jamak (yang berbicara dan orang yanag diajak bicara).

Jadi kesimpulannya dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia  kata ganti orang pertama jamak terdapat dua kata yaitu; 1) kami (orang yang diajak bicara tidak masuk dalam subjek);  2)  kita (aku dan   engkau /orang yang diajak bicara termasuk sebagai subjek).  Hal ini tentu menjadi salah satu hal yang membedakan dengan Bahasa Inggris yang hanya mempunya kata ‘We’ sebagai  subject pronoun. Oleh karena itu sebaiknya kita berhati-hati dalam menggunakan kata orang pertama jamak ini, kita atau kami karena kedua kata ganti tersebut mempunya makna yang berbeda karena dimensi  atau cakupan wilayah pembicara berbeda. Singkat kata jika hal yang dimaksud lawan bicara tidak serta gunakan kata kami contohnya ‘ Dalam memberanta kejahatan kita membentuk tim khusus’ begitu kutipan dalam surat kabar. Menurut hemat penulis semestinya kata ganti yang digunakan ‘kami’ yang menunjkan bahwa mereka sudah membentuk tim khusus sedangkan lawan bicara tidak ikut dalam tim  yang dimaksud.

Dari contoh lagu-lagu yang ditulis oleh pencipta atau para seniman pendahulu kita sungguh sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi kita penerusnya serta menyadarkan kita bahwa Bahasa Indonesia lebih kaya untuk menunjukan akat ganti orang jamak  ada kata ‘kami’ dan ‘kita’. Kalau kita telaah lebih dalam lagi lagu-lagu tersebut ditulis jauh sebelum Indonesia merdeka, yang lebih tegas lagi seperti teks naskas Sumpah Pemuda;

 Kami putra dan putri Indonesia berbahasa  satu tanah Bahasa Indonesia 

Kami putra dan putri Indonesia bangsa  satu bangsa  Indonesia 

Kami putra dan putri Indonesia bertanah air satu tanah air Indonesia 

Pada saat itu tentu kita sangat maklum bahwa setting kejadiannya negara kita sedang dijajah. Jadi pemilihan kata ‘Kami’ dalam pengertian ada  lawan bicara  yang diajak berdialog/ dihadapkan yaitu bangsa penjajah. Statement ini adalah sebuah tantangan  sekaligus  pengusiran terhadap penjajah bahwa Indonesia adalah  milik ‘kami’ bukan milik ‘kita’. Sungguh sebuah keberanian yang patut dipuji. Akan halnya kita pemilhan kata ganti dengan ‘kita’ , maka tanah air ini bukan milik bangsa Indonesia semata dengan menggunakan kata ‘kita’ secara Bahasa berarti pemuda Indonesia saat itu telah menyerahkan harta yang berharga ini kepada penjajah. Terimakasih para cerdikpandai pendahulu dan pejuang yang telah begitu jeli membedakan kata ‘kami’ dan ‘kita’ sementara generasi sekarang kadang keliru membedakannya. Ingat peribahasa lama; bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Drs. Firdaus. M.Pd mengajar di SMK Negeri 4 Tangerang Selatan.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas